Senin, 02 Januari 2012

Penderitaan dan Manusia


Penderitaan

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, penderitaan yang memiliki kata dasar derita memiliki arti sebagai kesusahan, kedaan hidup yang serba menemani musibah atau cobaan,sengsara dan sebagainya. Sedangkan secara terminologi, penderitaan Penderitaan berasal dari kata dasar derita. Sementara itu kata derita merupakan serapan dari bahasa sansekerta, menyerap kata dhra yang memiliki arti menahan atau menanggun. Jadi dapat diartikan penderitaan merupakan menanggung sesuatu yang tidak meyenangkan.
Penderitaaan dapat bersumber secara lahiriah, batiniah atau lahir-batin. Penderitaan secara lahiriah dapat timbul karena adanya intensitas komkosisi yang mengalami kekurangan atau berlebihan, seperti akibat kekurangan pangan menjadi kelaparan, atau akibat makan terlalu banyak menjadi kekenyangan, tidak dapat dipungkiri keduanya dapat menimbulkan penderitaan. Adapula kondisi alam yang ekstrem, seperti ketika terik matahari membuat kepanasan, atau saat kehujanan membuat kedinginan.

Karena hidup ini pada dasarnya adalah deretan masalah, dan setiap masalah mengandung penderitaan, sedangkan secara alamiah kita cenderung menghindari penderitaan, maka sedikit banyak sebenarnya kita semua memerlukan sarana menghindari penderitaan itu. Cara menghindari penderitaan ini banyak jenisnya: menunda, berkelit, berbohong, berjudi, berhura-hura, main terabas, potong kompas, atau sekadar berbelanja benda-benda yang sesungguhnya tidak kita perlukan. Dengan cara-cara ini kita berusaha mengeliminir atau sekadar melupakan derita kita. Padahal yang demikian adalah salah adanya.

Bila dipahami lebih dalam, makna penderitaan dapat digambarkan sebagai berikutDi Taiwan ada sebuah pepatah yang mengatakan, “Penderitaan itu adalah nutrisi.”

Kita melihat beberapa tahun belakangan ini persentase orang bunuh diri naik secara drastis, orang yang menderita penyakit jiwa juga bertambah, hal tersebut bukankah menandakan tidak tahan terhadap beban tekanan, tidak berdaya menolak kegagalan yang mereka hadapi? 
Menyerang itu mungkin dikatakan kejam, kesulitan itu penuh dengan tantangan, tetapi hal ini juga tepat adalah pengalaman yang paling indah dalam pemandangan kehidupan manusia. Jika kehilangan keringat dari tapak kaki perjuangan perjalanan hidup ini, sama juga dengan kehilangan mengecap suka duka yang nyata dalam kehidupan ini. Apalagi pengalaman ketika berada dalam keadaan yang kritis dan bahaya, kemungkinan pengalaman ini adalah sebagai batu loncatan menuju ke jalan yang lebar dan luas di masa mendatang yang tidak dapat kita prediksi ini.
Jika mendapatkan kesempatan mengalami penderitaan, janganlah lupa harus tetap bersyukur. Jika menemui kesulitan keuangan, mari manfaatkan kesempatan ini, kemungkinan besar setelah melewati cobaan ini, akan didapatkan kecerahan bagai setelah melewati bayangan pohon willow, akan ada kecerahan bunga dan sebuah desa lain!

Siksaan

Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik.

Rasa Sakit
Beberapa teori psikologi menyebut perasaan sebagai salah sesuatu yang kita rasakan. Tapi coba perhatikan contoh beikut, “Sakit hatiku mendengar kata-katau!” dan “Sakit telingaku saat kau berteriak keras di dekat telingaku”. Kata ‘sakit’ dari dua contoh tersebut memiliki pengertian yang berbeda meski sama-sama berdimensi rasa. Rasa sakit pada pernyataan pertama tidak bersifat fisiologis. Maka kalau ditanya dimana letak sakit itu, kita tidak bisa menyebut secara pasti, orang-orang emnyimbolkan letak sakit itu berada di hati. Sedangkan pada kata sakit pernyataan yang kedua bersifat fisiologis karena itu kalau kita ditanya dimana letak rasa sakit itu, kita bisa menyebutkan telinga karena rasa sakit itu memang di telinga. Kedua kata sakit di atas sama-sama berbicara tentang rasa tapi dalam dimensi yang berbeda. Yang satu berdimensi psikologis (Kejiwaan) dan yang satu berdimensi fisiologis (fisik). Dan yang disebut perasaan adalah pengertian yang pertama.

Sumber-sumber Penderitaan

1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia

Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitamya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat mempetbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir, kalau takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya.

2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan

Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.

Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini dialami manusia. Beberapa kasus penderitaan dapat diungkapkan beriktu ini :
(1) Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya. Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Walaupun ia tidak dapat melihat dengan mata hatinya terang benderang. Kanena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di Universitas, dan akhimya memperoleh gelar Doktor di Universitas DSarbone Perancis. Dia adalah Prof.Dr.Thaha Husen, Guru besar Universitas di Kairo, Mesir.

(2) Tenggelamnya Fir'aun di laut Merah seperti disebutkan dalam Al-Qur'an adalah azab yang dijatuhkan Tuhan kepada orang yang angkuh dan sombong. Fir'aun adalah raja Mesir yang mengaku dirinya Tuhan. Ketika Fir'aun bersama bala tentaranya mengejar nabi Musa dan pengikut-pengikutnya menyeberang laut Merah, laut itu terbelah dan Nabi Musa serta para pengikutnya berlalu. Ketika Fir'aun dan tentaranya berada tepat di tengah belahan laut merah itu, seketika itu juga laut merah tertutup lagi dan mereka semua tenggelam.

Sumber :
http://antilogin.blogspot.com/2009/11/pengertian-pikiran-dan-perasaan.html

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Checker