Sabtu, 21 April 2012

Wawasan Nusantara

Garuda Pancasila

A.     Pengertian Wawasan Nusantara

Secara etimologis wawasan nusantara berasal dari dua kata wawasan yaitu wawas (bahasa jawa) yang berarti pandangan, tinjauan, atau penglihatan indrawi dan nusantara yang berarti antara, kata ini menunjukkan letak Negara Indonesia di antara dua benua (Benua Asia dan Benua Australia) serta dua samudra (Samudra Pasifik dan Samudra Hindia). Dalam Wikipedia disebutkan bahwa Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pada pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.

B.      Tujuan Wawasan Nusantara

Hakikat wawasan Nusantara adalah “Keutuhan Nusantara atau Nasional” yaitukeutuhan wilayah nasional dan keutuhan bangsa. Tujuan Wawasan Nusantara terdiri atas dua hal yaitu:
a.      Tujuan ke Dalam
Menjamin perwujudan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional yaitu politik, sosial, ekonomi, budaya, dan pertahanan keamanan. 
b.      Tujuan ke Luar
Terjaminnya kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial serta mengembangkan suatu kerja sama dan saling menghormati.
Manfaat yang kita dapatkan dari konsepsi wawasan nusantara adalah:
a.      Diterima dan diakuinya konsepsi nusantara di forum internasional. Hal ini dibuktikan dengan penerimaan atas negara kepulauan berdasarkan Konvensi Hukum Laut 1982. Indonesia sebagai negara kepulauan diakui oleh dunia internasional.
b.      Pertambahan luas wilayah territorial Indonesia. Berdasarkan ordonansi 1939 wilayah teritorial Indonesia hanya seluas 2 juta km. Dengan adanya konsepsi wawasannusantara, luas wilayah Indonesia menjadi 5 juta km sebagai satu kesatuan wilayah.
c.       Pertambahan luas wilayah sebagai ruang lingkup memberikan potensi sunber daya yang besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Sumber daya tersebut sumber minyak yang ditemukan di wilayah territorial dan landas kontinen Indonesia.
d.      Penerapan wawasan nusantara menghasilkan cara pandang tentang keutuhan wilayahnusantara yang perlu dipertahankan oleh bangsa Indonesia.
e.       Wawasan nusantara menjadi salah satu sarana integrasi nasional. Misalnya tercermin dalam semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.

 
A.   Paham Kekuasaan

Berikut akan dijabarkan beberapa paham kekuasaan yang telah dikenal secara umum,

a.    Paham Machiavelli
Dalam bukunya tentang politik dengan judul The Prince, Machiavelli memberikan pesan tentang cara membentuk kekuatan politik yang besar agar sebuah negara dapat berdiri kokoh. Di dalamnya terrkandung beberapa kostulat dan cara pandang bagaimana memelihara kekuasaan politik menurut Machiavelli, sebuah negara akan bertahan bila menerapkan dalil-dalil :
1)     Pertama, dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan segala cara dihalalkan
2)     Kedua, untuk menjaga kekuasaan rezim , politik adu domba adalah sah.
3)     Ketiga, dalam dunia politik yang kuat pasti dapat bertahan dan menang.

          b.    Paham Kaisar Napoleon Bonaparte ( abad XVIII )
Merupakan revolusioner dan pengikut teori Machiavelli. Napoleon berpendapat bahwa :
1)     Perang di masa depan akan merupakan perang total yang mengerahkan segala daya upaya dan kekuatan nasional
2)     Kekutan politik harus di dampingi kekutan logistik dan ekonomi nasional yang di dukung sosbud berupa IPTEK sautu bangsa demi untuk membentuk kekutan hamkam dalam mendukung dan menjajah negara negara Perancis .

c.    Paham Jenderal Clausewitz.
Bersama dengan era napoleon di Rusia hidup jenderal Clausewitz. Clausewitz akhirnya bergabung dan menjadi penasehat militer staf umum tentara kekaisaran Rusia. Menurut Clausewit, perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain. Peperangan adalah sah dalam mencapai tujuan nasional suatu bangsa. pemikiran tersebut inilah yang membenarkan /menghalalkan Rusia ber ekspansi sehingga menimbulkan Perang Dunia I dengan kekalahan dipihak Prusia (Kekaisaran Jerman).

d.    Paham Fuerback dan Hegel 
Pada abad XV11 maraknya paham Perdagangan Bebas ( Merchantilism ) merupakan nenek moyang Liberalisme. Paham ini berpendapat bahwa ukuran keberhasilan ekonomi suatu negara adalah seberapa besar surplus ekonominya terutama terukur dari emas sehingga memicu nafsu konolialisme negara barat dalam memcari emas ke tempat lain.

          e.    Paham Lenin ( Abad XIX )
Lenin telah memodifikasi ajaran Clausewitz, menurut Lenin, perang ialah kelanjutan politik secara kekerasan. Bahkan rekan Lenin yaitu  Mao Zhe Dong mengatakan bahwa perang ialah kelanjutan politik dengan pertumpahan darah bagi komunis /Leninisme  Perang bahkan pertumpahan darah atau revolusi di negara lain di seluruh dunia adalah sah yaitu dalam kerangka mengkomuniskan seluruh bangsa di dunia.

f.     Paham Lucian W.Pye dan Sidney .
Dalam bukunya Political Culture And Political Development, dijelaskan bahwa
1)     Adanya peranan unsur-unsur subyektif dan psilogis dalam tatanan dinamikan kehidupan politik suatu bangsa sehingga kemantapan suatu sistem politik dinamika hanya dapat dicapai bila berakar pada kebudayaan politik bangsa tersebut .
2)     Kebudayaan politik akan menjadi pandangan baku dalam melihat kesejahteraan sebagai politik, dengan demikian, maka dalam memproyeksikan eksistensi kebudayaan politik tidak semata-mata di tentukan kondisi obyektif tapi juga harus menghayati subyektif psikologis sehingga dapat menempatkan kesadaran dalam kepribadian bangsa.

B.   Teori Geopolitik

Geopolitik berasal dari kata geo atau bumi, sedangkan politik berarti kekuatan yang berdasarkan pada pertimbangan “dasar dalam menentukan alternatif kebijaksanaan dasar nasional untuk mewujudkan tujuan nasional.

a.  Pandangan ajaran Frederich Ratzel
Pada abad ke 19, Frederich Ratzel merumuskan ilmu bumi politik sebagai hasil penelitian secara ilmiah dan universal (tidak khusus suatu negara). Pokok – pokok ajaran Frederich Ratzel adalah :
1)     Dalam hal tertentu pertumbuhan negara dapat dianalogikan dengan pertumbuhan organisme yang memerlukan ruang lingkup melalui proses Lahir – Tumbuh – Berkembang – survive of life, menyusut dan mati.
2)     Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan, makin luas potensi ruang tersebut, makin memungkinkan kelompok politik itu tumbuh.
3)     Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam, hanya yang unggul yang dapat bertahan terus.
4)     Semakin tinggi budaya suatu bangsa, semakin besar ketumbuhan dukungan akan sumber daya alam yang diperlukan.
Dengan meletakan dasar  Supra Struktur Geopolitik. Pemikiran Ratzel menyatakan, bahwa ada keterkaitan antara struktur politik (kekuatan politik) dengan geografi di satu pihak, dengan tuntutan perkembangan atau pertumbuhan negara yang dianalogikan dengan organisme (kehidupan biologis) di satu pihak.

          b.    Pandangan ajaran Rudolf Kjellen.
Kjellen melanjutkan ajaran Ratzel (Teori Organisme), jika Ratzel negara “dianalogikan” sebagai organisme maka Kjellen menyatakan negara adalah suatu organisme yang dianggap sebagai “Prinsip dasar”. Pokok – pokok ajaran Rudolf Kjellen adalah :
1)     Negara sebagai satuan biologis, suatu organisme hidup yang juga mempunyai intelektual.
2)     Tujuan negara dicapai dengan ruangan yang luas untuk pengembangan secara bebas kemampuan rakyatnya.
3)     Negara merupakan sistem politik atau pemerintahan yang meliputi bidang : Geopolitik, ekonomi politik, demo politik, sospol dan kratopol.
4)     Negara tidak harus bergantung dengan sumber pembekalan dari luar tapi harus mampu berswasembada dan memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasionalnya.

              c.    Pandangan Ajaran Karl.Haushofer.
Pandangan ini berkembang di jerman,kekuasan Adolf Hitler (nasisme), Jepang kekuasaan Hako Ichu (militerisme dan fasisme]). Pokok-pokok ajaran Haushofer (menganut ajaran Kjellen) adalah:
1)     Kekuasaan Imperium Daratan yang kompak akan dapat mengejar
2)     Kekuasaan Imperium Maritim untuk menguasai pengawasan di laut

              d.    Pandangan Ajaran Sir Halford Mackinder.
Ahli Geopolitik ini menganut konsep kekuatan ,yaitu: kekuatan di Darat (wawasan benua), ajarannya adalah barang siapa dapat menguasai daerah jantung yaitu Eurasia (Eropa dan Asia) akan dapat menguasai pulau dunia yaitu Eropa, Asia dan Afrika barang siapa dapat menguasai pulau di dunia akhirnya dapat mengusai dunia.

              e.    Pandangan Ajaran Sir Wartel Raleigh dan Alfred Thyer 
                  Mahan .
Kedua ahli ini mempunyai gagasan tentang kekuatan di lautan (Wawasan Bahari]) yaitu barang siapa yang mengusai lautan akan mengusai perdangan Mengusai perdagangan berarti mengusai kekayaan dunia ,sehingga akhirnya menguasai Dunia

            f.     Pandangan Ajaran W.Mitchel A.Saversky ,Giulio Douhet ,dan 
                John Frederik Charles Fuller
Keempat ahli mempunyai gagasan tentang kekuatan di udara (wawasan dirgantara)  yaitu kekuatan udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman yang dapat di andalkan dan melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran di kandang lawan itu sendiri agar tidak mampu bergerak menyerang.

               g.    Pandangan ajaran Nicholas J. Spykman
Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Checker