Rabu, 27 Februari 2013

Kalau bahagia adalah benda instan?

apa yang kamu rasakan ketika kamu ada di masa transisi?

transisi dari hidupmu yang sepi kemudian mendadak ramai.
dan tiba-tiba tanpa pamit ramai itu pergi menjadi sepi kembali.
apa rasanya?
apa kamu sedih?
seberapa lamakah itu kawan?
seberapa kuat kamu menghadapinya dengan tenaga dan otakmu?
sendiriankah kamu disana?
haha ya ya ya.. saya lupa
itu terlalu retorik, ya?
kamu sedang bersama sepi bukan?

Aku ini pernah tau teman kalau sejatinya juga ada bahagia instan di dunia ini
tinggal kau perindah dan semua akan cepat pula dirindu

Lalu bagaimana masa hidupnya? bagaimana gizinya? bagaimana efek sampingnya?
Jelas kau bisa bahkan sangat bisa kau bandingkan dengan benda instan lainnya seperti mi.
Dia hidup sebentar.
Gizinya pun sama sekali tak terdefinisi, kalah oleh semua bahan pengotor.
Pun efek samping, itu akan kau rasakan lama sekali, sungguh sulit kau tukar dengan kesembuhan.

aku galau?
bukan kawan bukan
aku hanya ingin merenunginya.
nasib dadakan yang selalu membuatku terkejut.
ya, terkejut.

alasan salah atau benar tidak pernah ada bukan?
kalau kita memang ada di tengah-tengahnya

instan.
bahagia
instan
bahagia
Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Checker